Sistem Ekonomi Islam Sebagai Solusi

Melalui system ekonomi Islam, sedikit demi sedikit akan tersingkap bahwa Islam rahmatan lilalamin. Sistem ekonomi Islam merupakan entry point pengakuan dunia terhadap Islam. Tapi harus tetap dikawal, agar praktiknya benar-benar syariah.

Krisis moneter tahun 2007-2008 telah memberi pelajaran penting bagi kita, bahwa kapitalisme global terbukti rentan. Krisis itu mengakibatkan usaha besar satu per satu pailit, karena bahan baku import meningkat secara drastis, biaya cicilan hutang meningkat sebagai akibat nilai tukar rupiah terhadap nilai dolar yang menurun dan berfluktuasi.

PERMASALAHAN & DATA-DATA

Bisa dikatakan, krisis keuangan global terbukti memorak-porandakan pasar modal dan valas. Misalnya saja, nilai kurs rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi cukup dramatis dari Rp.9.076 hingga sempat menembus Rp.12.900, atau mengalami depresiasi lebih dari 41% sejak januari hingga desember 2008.

Tak mengherankan, jika dunia melirik system ekonomi Islam sebagai solusi. DR HM Arie Mooduto, dosen Pascasarjana Ekonomi Islam Universitas Airlangga, mengutip tulisan Loretta Napoleoni di halaman muka koran resmi vatikan L`Osservator, bahwa system ekonomi Islam merupakan solusi kegagalan kapitalisme, yang ia sebut sebagai system penipu.

Sejak awal 1990-an , praktik perekonomian syariah telah berjalan di Indonesia, ditandai dengan berdirinya Bank Muamalat. Kemudian diikuti dengan bank-bank syariah lainnya, yang menginduk pada bank konvesional dengan system perbankan ganda (dual bank system). Dari waktu ke waktu, system ekonomi Islam semakin mendapat tempat di masyarakat.

Namun demikian bank syariah juga tidak lepas dari masalah. Masyarakat Indonesia masih berpikir pragmatis, mereka akan memilih bank yang menguntungkan baginya. Ditambah lagi, regulasi pemerintah yang kurang mendukung bank syariah. Misalnya saja, dana haji masih di kelola bank konvesional. Artinya, pemerintah melegalkan riba bahkan melecehkan.

Perbadingan Bank Syariah dan Konvensional

Ada sebuah perbandingan yang signifikan antara Bank Islam dan konvesional diantaranya:

BANK ISLAM

1.Melakukan investasi-investasi yang halal saja.

2.Berdasarkan prinsip bagi hasil, jual beli atau sewa.

3.Profit dan falah oriented

4.Hubungan dengan nasabah dalam bentuk kemitraan

5.Penghimpunan dan penyaluran dana harus sesuai dengan fatwa Dewan Pengawas Syariah

BANK KONVESIONAL

1.Investasi yang halal dan haram

2.Memakai perangkat bunga

3.Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan debitor-debitor. Tidak terdapat dewan sejenis.

Indonesia di anugerahi sumber daya alam yang berlimpah. Seharusnya negeri menjadi Negara terkaya di dunia. Sayangnya, rakyatnya masih banyak yang sengsara di tengah potensi yang luar biasa.

Ironis sekali melihat keadaan rakyat Indonesia yang tidak pernah merasakan keadilan sosial sebagaimana tertera dalam pancasila. Contohnya saja, dalam kasus kenaikan BBM(bahan bakar minyak) yang meresahkan banyak rakyat.

Entah bagaimana cara berpikir para pemimpin bangsa ini? Baru-baru ini diberitakan, lima pemimpin daerah justru terjerat korupsi uang rakyat. Di sisi lain, utang Negara masih sangat menggunung. Bahkan bayi yang baru lahir pun turut menanggung hutang Negara, mengapa bisa begitu??

Kapitalisme telah menggerogoti Indonesia bak rayap melahap sepotong kayu sampai habis tak tersisa. Kekayaan alam di negeri ini hampir semuanya di kuasai oleh perusahaan-perusahaan asing, sedangkan rakyat pribumi sendiri hanya dijadikan buruh-buruh mereka dengan upah yang tidak mencukupi standar hidup.

Tak terkecuali kebutuhan pokok seperti beras, dihargai dengan begitu murahnya. Tapi pada saat yang bersamaan, ironisnya Indonesia justru mengimpor beras dan bahan pokok lainnya dari negeri tetangga. Sungguh keadaan yang sangat memprihatinkan ketika bebas dari penjajahan, kini perekonomian kita di jajah oleh kaum kapitalis.

Para ekonom islam, mengatakan bahwa system ekonomi kapitalisme sudah berjalan lebih dari 200 tahun lamanya. Dan telah menjadi alat yang ampuh untuk melakukan hegemoni ekonomi tingkat nasional global. “Ada 14 jurus kaum kapitalis untuk melakukan hegemoni ekonomi.”
Keempat belas jurus tersebut antara lain:

  1. Menciptakan mesin penyedot uang yang dikenal dengan nama lembaga perbankan.

  2. Mendirikan pasar modal

  3. Memakan perusahaan kecil seperti mendirikan mall besar untuk menghabisi toko-toko kecil.

  4. Menguasai sumber-sumber bahan baku (pertambangan, kehutanan, minyak bumi, gas dan air)

  5. Mencaplok perusahaan milik Negara (BUMN).

  6. Masuk ke sektor kekuasaan agar menjadi penguasa. Dengan keenam jurus tersebut kaum kapitalis sukses menghegemoni perekonomian tingkat nasional. Tak puas sampai tingkat nasional, mereka memasuki tingkat global dengan melanjutkan jurus selanjutnya.

  7. Membuka pasar di Negara-negara miskin dan berkembang dengan cara mendirian organisasi perdagangan dunia (WTO) yang tunduk dengan perjanjian perdagangan bebas (GATT) agar dapat masuk tanpa tarif bea cukai.

  8. Membuka perusahaan di Negara-negara yang menjadi obyek sasaran ekspornya. Caranya dengan membuka “Multi National Corporation”. Untuk mewujudkan ekspansinya, Kapitalisme di beri modal oleh perbankan dan pasar modal.

  9. Menguasai sumber-sumber bahan baku di Negara sasarannya dan mendikte lahirnya Undang-Undang (UU) yang mampu menjamin agar perusahaan asing dapat menguasai sepenuhnya sumber bahan baku tersebut.

  10. Menguasai sumber daya alam (SDA) dan menjatuhkan kurs mata uang lokal.

  11. Menjadikan upah tenaga kerja lokal menjadi murah , mengintervensi UU pendidikan dan menjadikan biaya pendidikan melambung tinggi. Akibatnya generasi selanjutnya tak mampu lagi mengenyam pendidikan.

  12. Menempatkan penguasa boneka yang tunduk kepada mereka.

  13. Mendirikan Non Government Organization (NGO) atau LSM demi untuk menjaga kepentingan mereka juga.

  14. Untuk menghadapi krisis ekonomi, kaum kapitalis memaksa pemerintah memberikan talangan (bailout) yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang notabenenya berasal dari pajak rakyat “jadi rakyatlah yang menanggung semuanya dan terjadi utang tiada akhir seperti yang dialami negeri ini.

SOLUSI

Dengan perbedaan yang amat signifikan tersebut menjadi sebuah solusi seharusnya bagi pemerintah kita untuk menjadikan system ekonomi syariah di negeri ini, karena Negara-negara maju pun ikut ambil bagian dalam penerapan system ekonomi syariah di negaranya, seperti Singapura yang akan menjadikan sebuah pusat ekonomi syariah di asia tenggara, sebuah solusi yang amat bagus, jika pemerintah tahu akan manfaat dari system ekonomi syari`ah, karena ekonomi syari`ah bertujuan untuk menciptakan kejujuran dalam kehidupan dan menanggulangi kemiskinan yang terjadi di Negara ini.

DAFTAR PUSTAKA

BANK SYARIAH DARI TEORI KE PRAKTEK (DR.MUHAMMAD SYAFIIE ANTONIO)
MAJALAH SHARING

Disusun Oleh: MuhammadRamdany S.1115.054

Leave a Comment