Proses Manajemen Risiko – Definisi & Contohnya di Perbankan

Pengetahuan tetang manajemen risiko amatlah penting, khususnya untuk bisnis di bidang keuangan seperti perbankan. Tak terkecuai pebankan syariah. Berikut adalah pembahasan singkat dan jelas tentang proses manajemen risiko.

Proses Manajemen Risiko

Pengertian , adalah prosedur atau metodologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang mungkin timbul dari kegiatan usaha suatau coprporasi.

Atau, suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian resiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi resiko dengan menggunakan pemberdayaan dengan pengelolaan sumber daya.

proses manajemen risiko
proses manajemen risiko

Proses Manajemen Risiko:

  1. Identifikasi risiko
  2. Pengumpulan data
  3. Pengukuran risiko
  4. Limit atau kewenangan,
  5. Pemantauan risiko
  6. Sistem informasi
  7. Pengendalian risiko

Risiko dalam Perbankan Syariah:

Berikut di bawah ini adalah risiko umum yang terdapat pada bank syariah:

  1. Risiko kredit ( kemungkinan terjadinya kerugian yang disebabkan penerima pinjaman atau penerima hutang tidak sanggung menjalankan kewajibannya)
  2. Risiko liquiditas (kemungkinan dimana suatu pihak (terutama bank) tidak memiliki kas ataupun aktiva lancar lainnya untuk membayarkan kewajibannya ataupun untuk mengambil peluang investasi yang tersedia)
  3. Risiko strategi ( kemungkinan terjadinya kerugian yang disebabkan oleh kesalahan pengambilan keputusan dan starategi bisnis yang diterapkan)
  4. Risiko pasar (kemungkinan terjadi perubahan nilai atau harga dari benchmark atau pembanding yang menyebabkan turunya nilai assset yang dimiliki)
  5. Risiko legal (kemungkinan terjadinya kerugian yang disebabkan oleh perubahan peraturan dan perundang undangan)
  6. Compliance risk (risiko kepatuhan)
  7. Operasional risk ( kemungkinan terjadinya kerugia yang diakibatkan oleh kelemahan atau kegagalan dari proses internal perusahaan, kesalahan manusia, sistem ataupun yang disebabkan oleh exsternal event seperti gempa bumi dll)
  8. Reputational risk (kemungkinan terjadinya kerugian yang disebabkan oleh jatuhnya reputasi perusahaan dimasyarakat)

Sebagian ada yang mengatakan risiko-risiko di luar risiko di atas. Tetapi daftar di atas sudah mencukupi.

Fungsi Enterprise Risk Managemen atau ERM

Definisi, suatu proses yang berpengaruh pada sebuah entitas, jajaran direksi, pihak managemen dan personal lain yang diaplikasikan pada penetapan startegi perusahaan, didesain untuk mengidentifikasi kejadian yang potensial yang dapat berpengaruh pada entitas dan mengelola resiko yang dapat diterim dan memberikan jaminan, keamanan yang beralasan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan

ERM pada Intinya Mengintergrasikan Risiko 3 Cara

  1. Mengintegrasikan organisasi resiko

Harus ada unit manajemen resiko yang tersentralisasi dan bertanggung jawab langsung kepada ceo dan direksi dengan tanggung jawab menyusun kebijakan umum untuk seluruh aktifitas pengambilan resiko

  1. Pengintegrasian strategi transfer resiko
  2. Menggunakan sudut pandang portofolio seluruh jenis resiko perusahaan dan merasionalkan penggunaaan derivatif, asuransi dan produk2 alternatif transfer resiko lainnya untuk melindungi nilai, hanya resiko residual yang tidak dikehendaki manajemen
  3. Pengintegrasian manajemen resiko kedalam proses bisnis perusahaan

ERM mengoptimalkan kinerja bisnis dengan mendukung dan memperngaruhi keputusan keputusan penetapan harga, pengalokasian sumber daya dan berbagai keputusan bisnis lainnya.

Manfaat ERM

  1. Peningkatan efektivitas organisasi

Penunjukans seorang CEO dan pembentukan fungsi erm memungkinkan adanya koordinasi dari atas kebawah agar berbagai fungsi bekerja secara efisien.

  1. Pelaporan resiko yang lebih baik

Unit ERM dapat menetapkan prioritas,tingkat dan isi laporan resiko perbankan yang harus disampaiakan kepada manajemen senior dan direksi. Tujuannya untuk meningkatkan transparansi diseluruh organisasi.

  1. Perbaikan kinerja bisnis.

Erm mendukung pengambilan keputusan penting perusahaan seperti pengalokasian modal pengembangan dan penetapan harga produk serta merger dan akuisisi.

Komponen ERM

  1. Coorporate, governance

Mengembangkan manajemen resiko dari atas kebawah

  1. Manajemen lini

Penyelarasan strategi bisnis

  1. Manajemen portofolio berfikir dan bertindak

Manajemen harus bertindak seperti manager investasi dan menetapkan target portofolio

  1. Transfer resiko

Mengurangi resiko yang tidak diinginkan

  1. Analisa resiko

Mendukung kuantifikasi dan manajemen resiko kredit, resiko pasar, dan resiko operasional secara lebih konsisten.

  1. Sumber daya data dan teknologi

Tantangan besar untuk erm, yaitu kumpulan portofolio dan data pasar.

  1. Manajemen stakeholder

Penyampain laporan kepada stakeholde sebagai jaminan bahwa staregi manajemen resiko yang tepat telah berfungsi.

Penerapan ERM

  1. Strategi : lebel tujuan yang tinggi, sejalan dengan dukungan atas misi perusahaan.
  2. Operations : penggunaan suber daya secara efektif dan efisien
  3. Reporting : laporan yang realistis
  4. Complliance : sesuai dengan perudang undangan yang berlaku

Tantangan ERM

  1. Kurangnya minat dari direksi, pejabat senior dan pejabat bisnis
  2. Gagal dalam memamerkan quick wins

Manajemen Risiko Operasional Perbankan

Manajemen Risiko Bank Syariah
Manajemen Risiko Bank Syariah

Definisi, suatu kejadian potensial, baik yang dapat diperkirakan- anticipated dan yang tidak dapat diperkirakan, anticipated yang berdampak negatif terhadap pendapatan dan permodalan bank.

Resiko operasional terkait dengan aktivitas fungsional bank, seperti

  1. Perkreditan atau penyedian dana
  2. Treasuri dan investasi
  3. Operasional dan jasa
  4. pembiayaan perdagangan
  5. pendanaan dan instrumen hutang
  6. teknologi sistem informasi, dan sistem informasi manajemen
  7. pengelolaan sdm

Peristiwa resiko operasional menurut bassel II.

  1. Resiko proses internal
  2. Resiko manusia
  3. Resiko sistem
  4. Resiko external
  5. Resiko hukum

Penyebab tingkat pertumbuhan resiko operasional

  1. Otomatisasi
  2. Ketergantungan kepada teknologi
  3. Outsorcing
  4. Terorisme
  5. Globalisasi
  6. Insentif dan perdagangan
  7. Volume dan nilai transaski
  8. Proses perkara

Ruang lingkup Resiko Operasional Perbankan

  1. Pengawasan aktif direksi dan komisaris
  2. Kecukupann kebijakan, prosedur dan penetapan limit
  3. Proses identifikasi, pengukuran, pemantaun dan sistem informasi manajemenm resiko operasional
  4. Pengendalian resiko operasional

Sasaran Pengelolaan Resiko Operasional

  1. Menghindari kerugian yang tidak diharapkan dan meningkatkan efisiensi dalam operasional perusahaan
  2. Memebrikan kepuasan kepada para pihak yang berkepentingan
  3. Penggunaan modal secara efisien untuk mengoptimlkan pendapatan risk return, trade off bagi bank
  4. Memahami resiko oprasional yang utama, sehingga pengelolaan resiko lebih fokus dalam rangka mengurangi kerugian yang tidak perlu
  5. Mematuhi ketentuan peraturan yang berlaku dan perwujudan tanggung jawab pengurus perusahaan.

Langkah Identifkasi Resiko Operasional

  1. Lakukan identikasi dan analisa terhdap faktor penyebab timbulnya resiko operasional
  2. Mengembangkan database mengenai jenis kerugian yang ditimbulkan oleh resiko operasional
  3. Gunakan metode dalam mengidentifikasi resiko operasional

Metode identifikasi resiko operasional

  1. Sales risk assetment
  2. Risk maping
  3. Key list indicator
  4. Scorecard.

Identifikasi Resiko Operasional

Kajian dan analisis terhadap bebagai faktor penyebab timbulnya resiko operasional yang melekat pada seluruh aktifitas fungsional, produk, proses dan sistem informasi, baik disebabkan oleh faktor internal, dan faktor eksternal yang berpotensi berdampak negatif terhadap mencapaian sasaran bank.

Manajemen Risiko Kredit

Definisi, resiko kerugian yang dikaitkan dengan kemungkinan counter party gagal untuk memenuhi kewajibannya ketika jatuh tempo. Dengan kata lain, resiko counter party tidak membayar kewajibannya.

Resiko Kredit berdasarkan Counter Party

  1. Resiko kredit pemerintahan
  2. Resiko kredit perusahaan
  3. Resiko kredit konsumen

Analis kredit

  1. Character
  2. Capacity, kapasitas calon debitur untuk memenuhi kewajibannya
  3. Colaterall,nilai agunan dari jaminan.
  4. Condition of economic
  5. Constraint, batasan atau hambatan suatu usaha bisnis, calon debitur.

Kredit bermasalah

Terjadinya kemacaten kredit bermasalah tercermin dari:

  1. Npl (non perporming loan) yang tinggi pada suatu bank
  2. Jumlah kredit tergolong tidak lancar dengan kualitas kurang lancar, diragukan dan macet sesuai dengan ketentuan bi

Perangkat untuk mengurangi resiko

Jaminan

  1. Fix asset
  2. Receivable

Sinking Fund

  1. conditional sinking fund
  2. mandatory singking fund

Financial covernant

  1. DRR (debt to equity ratio)
  2. CR (Current Ratio)
  3. Interest Coverage

Peraturan BI No. 5/8/PBI/2003 : Penerapan manajemen resiko bagi bank

Leave a Comment