Info dan Tips dalam Penukaran Uang Logam di Bank [Penting]

Bagi yang senang mengumpulkan atau menabung uang receh di celengan, tentu akan ada kalanya mereka perlu melakukan penukaran uang logam di bank. Hal ini karena ketika uang di celengan atau tabungan sudah lumayan penuh, sudah saatnya memecahkan celengan dan menukarkannya dengan uang kertas.

Kalau tidak, tentu akan merepotkan. Walau uang logam tetap bisa digunakan dalam transaksi, ini akan sangat tidak efektif. Selain bobotnya yang lebih besar, uang logam juga sulit untuk dibawa dan pastinya tidak semuanya bisa masuk dompet.

Kadang, ada rasa malu juga ketika harus berbelanja dengan uang logam walau sudah dibendel atau dihitung. Oleh karena itulah, sangat perlu menukarkan uang logam segera ketika sudah terkumpul.

cara menjual uang kuno
Biarpun uang logamnya kuno, belum tentu laku kalau dijual mahal

Informasi Tentang Penukaran Uang Logam di Bank

Sebenarnya, tidak ada halangan sama sekali untuk melakukan penukaran uang logam di bank. Anda bisa kapan saja melakukan penukaran ini dan pastinya akan dilayani. Bahkan, pemerintah sudah menetapkan peraturan bahwa penukaran uang logam tidaklah boleh ditolak.

Sederhananya, berikut cara menukar uang logam di bank:

  1. Cari Bank Terdekat (Lebih dituamakan Bank Indonesia)
  2. Bilang ke satpam / petugas kalau ingin melakukan penukaran uang
  3. Biasanya akan diarahkan ke kasir
  4. Berikan uang ke kasir
  5. Kasir akan memeriksa dan menghitungnya, untuk selanjutnya menukarkan uang tersebut.

Sudah pasti, ada beberapa alasan umum terkait penukaran uang logam ini perlu segera dilakukan.

1. Tidak efektif

Memang benar bahwa uang logam tidak efektif. Walau tetap bisa digunakan untuk transaksi dan ini adalah salah satu ala transaksi yang resmi dan diakui, tetap saja kurang efektif dari segi berat dan bentuknya.

Dengan bahan logam, uang ini terasa lebih berat dan tidak bisa dimasukkan dalam jumlah besar dalam dompet, sehingga akan membutuhkan sarana lain untuk membawanya. Karena itulah, penukaran uang logam di bank perlu dilakukan.

2. Penukaran di bank lebih aman

Penukaran memang lebih baik dilakukan di bank. Ketika melakukan penukaran di bank, sudah pasti ini akan aman. Lebih lagi, sudah pasti akan dilayani, walau memang kadang harus mengantri dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Dibandingkan dengan di warung atau swalayan, ini memang lebih lama.

Namun demikian, ini lebih aman karena uang yang diterima dari penukaran sudah pasti adalah uang asli. Tidak ada risiko uang palsu sama sekali.

Selain itu, anda juga tidak perlu repot mengumpulkan dalam jumlah besar. Bank tidak menetapkan nominal dasar atau maksimal. Berapapun nominalnya, akan tetap diterima dan dilayani. Ini sudah pasti memudahkan.

Selain itu, ada juga tips penukaran uang logam di bank yang harus dilakukan. Tips ini digunakan untuk penukaran di berbagai tempat, khususnya di bank. Berikut adalah beberapa di antaranya.

3. Mengelompokkan berdasarkan nominal yang sama

Yang pertama adalah mengenai nominal. Setiap uang logam memiliki nilai berbeda. Ada yang bernilai 500 rupiah hingga 1000 rupiah. Sangat dianjurkan agar penukaran uang logam dipilah berdasarkan nilai mata uangnya.

4. Mengelompokkan berdasarkan tahun

Yang kedua adalah pengelompokan berdasarkan tahun edar. Yang satu ini tergolong sulit bagi beberapa orang. Untuk mudahnya bisa didasarkan pada gambar yang ada di uang logam. Dengan mengelompokkan berdasarkan gambar yang sama, sudah pasti itu adalah uang dari rentang tahun edar yang sama pula.

5. Mengelompokkan dalam total jumlah tertentu

penukaran uang logam di bank
penukaran uang logam di bank

Yang terakhir adalah pengelompokan dalam jumlah. Jumlahnya bisa berupa lima ribuan atau sepuluh ribuan. Untuk uang 100 dan 200 rupiah, bisa dibuat dalam jumlah seribu rupiah. Dengan cara ini, penghitungan akan lebih mudah.

Itulah beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika menukarkan uang logam, termasuk uang logam kuno juga. Dengan memperhatikan itu, proses penukaran akan lebih mudah. Tentunya, waktu yang diperlukan untuk penukaran uang logam di bank pun bisa lebih singkat.

*Memang mata uang yang ideal dan asli hanyalah mata uang emas, perak, atau lainnya yang punya nilai intrinsik. Atau bisa juga uang kertas yang dibackup oleh nilai intrinsik. Semoga kedepannya ada revolusi ekonomi yang lebih baik.

Leave a Comment