Penyebab dan Pengertian Pengangguran Friksional

Penyebab dan pengertian pengangguran friksional – Tuna karya atau sering disebut dengan pengangguran adalah salah satu masalah sosial ekonomi yang sangat sering kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat dan pada keseharian yang kita jalani.

Pengangguran sendiri memiliki makna yaitu individu atau orang yang sedang tidak memiliki pekerjaan, sedang mencari lapangan pekerjaan, atau bekerja kurang dari 2 hari dalam 1 minggu hari kerja. Umumnya pengangguran terjadi karena adanya ketidak seimbangan pada angka individu yang sedang mencari pekerjaan dan lowongan atau lapangan kerja yang tersedia dan di tawarkan oleh perusahaan.

Pengangguran sendiri adalah sebuah masalah ekonomi yang bisa saja menimpa semua orang dari kalangan manapun. Selain itu juga tingkat pengangguran yang tinggi dalam suatu negara dapat mempengaruhi situasi ekonomi pada negara tersebut karena tingkat pengangguran yang tinggi akan membuat berkurangnya produktivitas dan pendapatan masyarakat, hal ini jika dibiarkan tanpa adanya penyelesaian dari pihak terkait dan terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang akan bisa menimbulkan kemiskinan dan masalah masalah sosial ekonomi yang lain.

Untuk bisa menghitung tingkat pengangguran yang ada pada suatu negara kita bisa melakukannya dengan cara melihat jumlah individu yang termasuk ke dalam usia angkatan kerja dan membandingkannya dengan jumlah individu yang sedang mencari pekerjaan atau pengangguran. Pengangguran ini adalah salah satu masalah sosial ekonomi yang cukup membahayakan jika dibiarkan tanpa adanya solusi, tingkat pengangguran yang tinggi ini bisa menimbulkan kekacauan di segala bidang seperti politik dan terutama bidang ekonomi, karena pada jangka waktu yang panjang dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi dari negara tersebut.

Penyebab Dan Pengertian Pengangguran Friksional

Pengangguran sendiri terbagi menjadi beberapa jenis tergantung dari sebab yang dimilikinya, seperti contohnya adalah pengangguran struktural, pengangguran konjuktur, dan yang akan kita bahas di artikel ini adalah pengangguran friksional.

Penyebab dan Pengertian Pengangguran Friksional

Pengangguran friksional adalah jenis pengangguran yang dilakukan dengan sukarela dan terjadi bukan karena terpaksa. Hal yang dimaksud adalah pengangguran friksional terjadi karena tidak adanya kesesuaian dari sisi keahlian yang dimiliki individu dengan lapangan pekerjaan yang tersedia.

Setiap individu pasti memiliki kelebihan masing-masing dalam suatu hal, dan dalam melakukan sebuah pekerjaan pasti mereka memiliki preferensi sendiri dan tentu saja berbeda antara individu satu dengan lainnya.

Lapangan pekerjaan pun juga tidak terlalu berbeda, maksudnya adalah lapangan pekerjaan yang tersedia pasti memiliki kriteria dan karakteristik khusus yang dibutuhkan agar bisa berjalan dengan baik. Karena tentu saja pekerjaan yang berbeda juga membutuhkan keahlian yang berbeda.

Dan pengangguran ini terjadi karena adanya perbedaan atau friksi antara individu yang memiliki keahlian tertentu dan lapangan pekerjaan yang membutuhkan individu dengan keahlian yang berbeda.

Artikel yang telah saya tulis dan jelaskan mengenai penjelasan dan pengertian dasar mengenai pengangguran friksional di atas ini semoga bisa membantu anda dalam mengerti dan lebih paham mengenai salah satu masalah ekonomi sosial yang tentu saja di alami oleh semua negara yang ada di dunia.

Meskipun masalah ini terbilang global dan universal, namun setiap negara memiliki kebijakan dan caranya masing masing dalam menyelesaikan atau mengatasi permasalahan tersebut mengingat bahwa jika masalah ini dibiarkan dalam jangka waktu yang cukup panjang dan lama bisa menimbulkan masalah masalah sosial ekonomi yang lain maka jika bisa diselesaikan dengan segera mengapa tidak dilakukan? Indonesia sendiri pun memliliki permasalah pengangguran yang cukup tinggi dan seharusnya bisa keluar dengan solusi terbaik agar bisa menjaga perekonomian negara Indonesia

Semoga artikel penyebab dan pengertian pengangguran friksional bermanfaat dan terima kasih.

Leave a Comment