kelebihan dan kekurangan koperasi
kelebihan dan kekurangan koperasi

6 Kelebihan dan Kekurangan Koperasi yang Mendasar

Posted on

Sebagai sebuah badan usaha, tidak terelakkan jika kedua kelebihan dan kekurangan koperasi itu ada. Dari sekian banyaknya badan usaha yang ada di Indonesia, koperasi sangat diminat oleh berbagai kalangan. Hampir setiap institusi atau organisasi menyediakan sebuah koperasi dengan tujuan untuk kesejahteraan anggotanya. Praktik koperasi pun juga dilakukan di sekolah karena dianggap dapat membuat para siswa belajar secara langsung mengenai badan usaha yang dijalankan dengan prinsip demokrasi ekonomi.

6 Kelebihan dan Kekurangan Koperasi yang Perlu Diketahui

Dengan menjamurnya koperasi di berbagai institusi hingga ke pelosok daerah, banyak orang menganggap bahwa praktik koperasi memiliki lebih banyak kelebihan dibandingkan dengan badan usaha lainnya. Padahal, kedua kelebihan dan kekurangan koperasi sama-sama ada dan perlu diketahui. Ya, koperasi tak hanya memiliki kelebihan. Badan usaha yang berstruktur ini juga memiliki beberapa kelemahan.

Berasaskan kekeluargaan, koperasi memang dinilai sangat cocok dengan kepribadian dan kebudayaan masyarakat di Indonesia. Ada berbagai macam koperasi di Indonesia yang memiliki fungsi yang berbeda, misalnya koperasi koperasi konsumsi, koperasi produksi, koperasi jasa, dan koperasi distribusi. Semua jenis koperasi memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing.

A. Kelebihan Koperasi

Pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan koperasi secara umum akan dimulai dari segi kelebihannya.

1. Koperasi memiliki hubungan antar anggota yang kuat.

Karena koperasi memiliki asas gotong royong dan kekeluargaan, hubungan antaranggota pun tidak kaku seperti badan usaha yang lain. Selain itu, tidak ada unsur paksaan dalam keanggotaan koperasi karena anggota koperasi bergabung secara sukarela. Setiap anggota koperasi pun memiliki suara yang sama saat pengambilan keputusan.

2. Laba yang dihasilkan digunakan untuk kepentingan anggota.

Karena modal koperasi berasal dari anggotanya, maka keuntungannya pun ditujukan bagi para anggotanya. Di setiap akhir periode, para anggota akan menerima laba koperasi yang dihasilkan selama satu periode tersebut.

3.     Jumlah dari simpanan wajib dan pokok tidak memberatkan.

Koperasi memiliki sistem simpanan wajib dan simpanan pokok yang harus dibayarkan oleh anggotanya. Namun, keduanya tidak akan memberatkan para anggota karena besarnya simpanan disesuaikan oleh kemampuan setiap anggota.

Itulah tiga kelebihan yang dimiliki oleh koperasi. Semua jenis koperasi sama-sama memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan juga masyarakat di sekitarnya.

B. Kekurangan Koperasi

Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada kelebihan dan kekurangan koperasi. Berikut ini akan diulas beberapa kelemahan yang dimiliki oleh koperasi secara umum.

1.     Modal yang dimiliki terbatas.

Modal koperasi berasal dari para anggotanya. Semakin besar koperasi, maka semakin besar pula modal yang akan dimiliki. Namun, besarnya koperasi tidak selalu menjamin besarnya jumlah modal karena keanggotaan koperasi bersifat sukarela.

2.     Pengelolaan kurang profesional.

Terkadang, koperasi kekurangan tenaga untuk mengatur jalannya usaha. Hal ini dikarenakan setiap anggota juga memiliki kepentingan lainnya. Akibatnya, konflik kepentingan sangat rawan terjadi dan selanjutnya akan menghambat kemajuan koperasi tersebut.

3.     Daya saing lemah.

Karena tidak terfokus untuk mencari keuntungan, koperasi cenderung memiliki daya saing yang lemah. Ditambah dengan pengelolaan yang kurang profesional, koperasi akan kalah jika dibandingkan dengan badan-badan usaha lainnya yang lebih besar.

kelebihan dan kekurangan koperasi
kelebihan dan kekurangan koperasi

Itulah enam kelebihan dan kekurangan koperasi secara umum yang perlu Anda ketahui. Koperasi memang terfokus mencari laba untuk kepentingan anggotanya, namun koperasi kurang dapat bersaing dengan badan-badan usaha lainnya. Meskipun koperasi memiliki kekurangan, tetapi keberadaan koperasi akan tetap ada karena prinsip utama koperasi sesuai dengan kebudayaan dan karakteristik masyarakan di Indonesia, yaitu kekeluargaan dan gotong-royong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *