Jika Wanita Lain Menarik Hatimu, Bacalah Nasehat Ulama Ini

Salah satu godaan laki-laki yang sudah menikah ialah ketika ada wanita yang terlihat lebih menarik, lebih cantik, dan tampak memiliki kelebihan lainnya daripada istrinya.

Memang seringkali rumput tetangga terlihat lebih hijau. Demikian kata pepatah yang sepertinya tepat menggambarkan godaan ini. Tetapi sejatinya wanita itu tak lebih baik dari istrinya sendiri, tak sedikit pria yang kemudian salah langkah.

Nasehat Ulama Tentang Hal Ini

Lalu, bagaimana pria muslim menghadapi godaan tersebut? Berikut ini nasehat dari Ulama Ibnu Jauzi dari kitab monumentalnya, Shaidul Khatir:

“Kadang-kadang seorang laki-laki melihat seorang perempuan yang ia merasa wanita itu lebih cantik daripada istrinya. Dalam pikirannya, yang muncul hanya hal-hal yang indah & menarik dari perempuan tersebut. Pikirannya cuma berisi sisi-sisi baik perempuan tersebut. Lalu ia pun berusaha menikahinya.”

Kemudian keinginannya tesebut tercapai, wanita itu sudah menjadi istrinya, dia pun mulai mengetahui kekurangan yang selama ini tak tampak & tak pernah kepikiran. Lalu Ia pun merasa bosan. Ada penyesalan. Ternyata istri ke-2 ini agamanya tidak begitu bagus, atau rasa cintanya jauh dari sempurna, atau kurang cakap mengurus rumah tangga. Jadinya apa yang selama ini dibayangkan hilang oleh kekurangan yang sekarang tampak nyata.

Tergoda wanita lain
courtesy: nitnetnit.blogspot.com

Oleh karena itu, sudah sebaiknya lelaki berakal itu konsentrasi pada istrinya saja. Ia meminta & memfasilitasi istri agar mempercantik diri. Setelah itu pejamkan mata dari mencari-cari kekurangannya. InsyaAllah hatinya tenteram.

Masya Allah, demikianlah kurang lebih nasehat dari Ibnu Jauzi. Sebuah nasehat yang bila dilaksanakan, insya Allah para suami akan merasa puas & senantiasa bersyukur dengan istrinya & tidak mudah tergoda wanita lainnya.

Baca Artikel lainnya: Nikah di Indonesia Mahal?

Istri Kita Memilikinya

Seperti formula dalam Serial Cinta, pertama-tama seorang pria memberikan perhatian kepada istrinya. Dia menerima apa adanya. DIa juga mensyukurinya. Misalkan dalam hal kecantikan, seperti apapun kondisi istri patut untuk disyukuri. Tetapi tak berhenti di situ. Dilanjutkanlah dengan perawatan. Supaya terlihat makin cantik dan membuat mata sang suami tak mudah tergoda wanita lain, istrinya difasilitasi; perawatan kecantikan, kosmetik, busana, perawatan kebugaran, dan sejenisnya.

Jikalau sesekali tanpa sengaja dia bertemu dengan wanita yang menarik hatinya, lalu memancing syahwatnya, dia segera pulang untuk bertemu dengan istrinya dan menyelesaikan “urusannya”, seperti sabda Nabi:

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا

“Bila kamu melihat seorang wanita, kemudian dia menarik hatimu hatimu, maka bersegeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu mempunyai seluruh hal seperti yang dipunyai oleh wanita itu.” (HR. Tirmidzi)

Wallahu a’lam bish shawab.


Sumber:

  • Dari Berbagai Sumber
  • Bersamadakwah.net
  • Muchlisin BK @ bersamadakwah

Leave a Comment