Contoh Business Plan Terlengkap – Peluang Bisnis Minuman Cokelat

Contoh Business Plan – Pembuatan bisnis plan bukanlah hal wajib dalam membuat sebuah bisnis. Tetapi, pembuatan rencana bisnis (meski cuma sederhana) akan sangat membantu kelancaran bisnis kita. Ada sebuah perkataan, “Failed to plan berarti Plan to be failed”> Itu lah pentingnya sebuah rencana. Oleh karena itu kami menyediakan contoh bisnis plan di tulisan kali ini.

Dalam tulisan ini kami menyediakan contoh bisnis plan lengkap. Mulai dari ringkasan eksekutif sampai kesimpulan.

Anda juga bisa mendownload bisnis plan versi pdf di bagian paling bawah artikel.

Contoh Business Plan: Bisnis Minuman Cokelat

Bisnis Plan adalah rencana dari pembuatan bisnis kita. Meliputi dari awal pembangunan sampai berjalan 5 tahun ke depan. Adapun contoh yang kami ambil di sini adalah peluang bisnis minuman cokelat.

Adapun cara membuat bisnis plan, Anda bisa melihat dari daftar isi di bawah ini:

  1. Ringkasan Eksekutif
  2. Latar Belakang Bisnis
  3. Deskripsi Perusahaan
  4. Visi & Misi
  5. Struktur Organisasi
  6. Analisis Pasar dan Pemasaran
  7. Analisis SWOT
  8. Segementasi dan Target Pasar
  9. Strategi Pemasaran
  10. Analisis Pesaing
  11. Analisa Produksi (proses produksi)
  12. Kapasitas Produksi
  13. Fasilitas dan Perlengkapan
  14. Pemasok
  15. Analisis Sumber Daya Manusia (SDM)
  16. Rencana Pengembangan Usaha
  17. Biaya Operasional dan Pemasaran Awal (dalam rupiah)
  18. Biaya Bahan Baku
  19. Total Biaya Awal
  20. Biaya per Bulan
  21. Analisis Break Even Point
  22. Lampiran

Berdasarkan dari gambaran di atas kita jadi tahu, bahwa fungsi business plan adalah untuk menetapkan goal yang terukur dari bisnis kita dan menjaganya agar berjalan sesuai relnya.

A. Ringkasan Eksekutif

Tujuan dari Business plan ini adalah untuk mengembangkan dana sebesar 9.000.000 rupiah ke dalam sebuah bisnis minuman cokelat yang berlokasi di bogor. Coklat Nyengir (“nama bisnis ini”) berbentuk stand minuman yang menjual berbagai minuman unik dengan bahan dasar cokelat. Usaha ini didirikan oleh Ahmad, Faris dan Zetsu.

1. Deskripsi Singkat Perusahaan

Coklat Nyengir adalah bisnis yang menawarkan minuman cokelat baik dingin maupun panas dengan berbagai varian produk yang unik. Dengan kegiatan tersebut Coklat Nyengir akan menghasilkan keuntungan bagi pemilik dan pejalan bisnis ini. Cokelat Nyengir akan memulai usahanya di Jalan Babakan Madang, Sentul, Kabupaten Bogor

2. Pembiayaan

Para pendiri usaha ini mencari pembiayaan untuk bisins ini dari :

  1. Milik Sendiri

  2. Keluarga

  3. Teman / Kenalan

Pembiayaan bisa dalam bentuk pinjaman, investasi, ataupun hadiah dari kompetisi business plan Dinar Tazkia 2013 yang diikuti oleh pendiri bisnis ini.

3. Misi

Cokelat Nyengir berusaha untuk menyajikan berbagai varian unik minuman cokelat kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau, sekalian dalam rangka memperkenalkan dan melestarikan minuman cokelat di masyarakat lokal.

4. Tim Manajemen

Tim Manajemen utama dibentuk oleh para pendiri, yang merupakan Mahasiswa STEI Tazkia. Dengan tools yang telah dipelajari diperkuliahan, diharapkan dapat membantu cara berpikir dan bertindak tim manajemen dalam menjalankan bisnis ini.

5. Prakiraan Penjualan

Dengan beberapa pertimbangan, kami memperkirakan perharinya kami memperoleh nilai penjualan sebesar 190.000 rupiah atau setara dengan 5.700.000 rupiah perbulan.

6. Keuntungan Bersih dan Break Even Point

Keuntungan bersih perbulan adalah : 1.400.000

Break Even Point –nya adalah : 2-3 bulan

7. Rencana Pengembangan

Tidak hanya stand minuman, kedepannya kami juga berencana ingin membuat cafe serta membuka franchise.

B. Latar Belakang Bisnis

Indonesia adalah negara beriklim tropis yang berarti cuaca panas menjadi hal biasa bagi masyrakat indonesia. Mungkin hal tersebutlah yang menjadi sebab lahirnya berbagai jenis minuman khas Indonesia. Bahkan minuman – minuman tersebut menjadi bisnis yang sangat bisa diperhitungkan. Kita dapat lihat di sebagian daerah di Indonesia, stand minuman seperti Jus buah, sup buah, es buah, cendol dan lain sebagainya sudah begitu lumrah di masyarakat kita. Bisnis tersebut terus bertahan bahkan berkembang sampai sekarang karena memang didukung needs dan wants dari masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah tropis ini, tak terkecuali di Kota Bogor.

BISNIS MINUMAN COKELAT
BACA KISAH SUKSES BISNIS MINUMAN COKELAT (Klik Gambar)

Dengan keadaan tersebut kami mencoba menagkap kesempatan yang sama tapi dengan produk berbeda. Disini kami akan mencoba untuk menyalurkan interest kami tentang cokelat menjadi sebuah produk minuman cokelat (chocolate drink) dan menyuguhkannya ke konsumen. Ditambah dengan selera masyarakat yang pada umumnya menyukai rasa cokelat, kami berharap hal-hal tersebut menjadi efek pengganda bagi bisnis kami ini.

C. Deskripsi Perusahaan

Cokelat Nyengir adalah perusahaan yang berjalan pada bidang penjualan produk, lebih tepatnya produk minuman cokelat dalam rangka menangkap kesempatan sekaligus menyalurkan interest kami tentang cokelat. Dengan Usaha ini kami juga mencoba untuk menyuguhkan dan mengenalkan tidak hanya minuman cokelat itu sendiri tapi juga nilai dan manfaat yang terkandung pada cokelat.

D. Visi & Misi

Visi :

Menjadi bisnis yang bisa menyajikan kebahagian dari secangkir minuman coklat.

Misi :

1. Menciptakan sebuah minuman cokelat dengan berbagai variasi unik dan menarik.

2. Mengusahakan segmentasi yang lebih merakyat dengan penentuan harga yang lebih terjangakau.

3. Melesetarikan Minuman Cokelat sebagai bagian dari budaya masyarakat lokal.

E. Struktur Organisasi

Usaha ini akan dijalankan team management cokelat, sebagai berikut :

  1. Ketua (+Manajer Keuangan) : Faris Azzam Shiddiqi

  2. Manajer Produksi : Zuhairi Su’ud

  3. Manajer Pemasaran (+ Manajer operasional) : Ahmad Khoirudin

Job Description :

Ketua

  • Penanggung Jawab umum perusahaan

  • Membuat keputusan

  • Memelihara kelancaran & kualitas manajemen organisasi

Manajer Keuangan

  • Mencatat transaksi keuangan

  • Memproses data transaksi keuangan menjadi sebuah informasi (laporan keuangan)

  • Mengkomunikasikan laporan keuangan kepada pihak terkait

Manajer Produksi

  • Mengembangkan produk

  • Menjaga kualitas produk

  • Melatih pegawai untuk membuat produk yang berkualitas

Manajer Pemasaran

  • Mengimplementasikan strategi pemasaran

  • Mengatur kegiatan sales

  • Melakukan promosi

  • Menjaga hubungan dengan konsumen

Manajer Operasional

  • Mengatur perlengkapan dan jalannya usaha

F. Analisis Pasar dan Pemasaran

1. Gambaran Produk

Produk kami adalah berupa minuman cokelat baik minuman cokelat murni, shake, atau smoothie. Campurannya bervariasi, seperti pisang, strawberi, cendol, kacang, biskuit, dll. Untuk awal bisnis kami merencanakan 8 varian minuman cokelat yang kami bagi menjadi 3 tingkatan yaitu :

  1. Level 1 (Harga : Rp. 5000) 4 varian

  2. Level 2 (Harga : Rp. 7000) 3 varian

  3. Level 3 (harga : Rp. 10000) 1 varian

Produk-produk tersebut ada kemungkinan untuk mengalami perubahan, pertambahan ataupun pengurangan

2. Gambaran Pasar

Pasar utama kami adalah semua orang yang menyukai rasa cokelat, yang menginginkan manfaat cokelat, ataupun sekedar ingin melepaskan dahaga.

G. Analisis SWOT

Strength

  1. Persaingan yang masih sedikit dalam pasar

  2. Segmentasi pasar yang luas

  3. Konsep produk yang unik

  4. Manfaat khas dari cokelat

Weakness

  1. Kekurang-kenalan masyarakat terhadap minuman cokelat

  2. Keterbatasan supplier bahan baku

  3. Kurangnya pengalaman

Opportunity

  1. Melestarikan minuman cokelat dalam masyarakat

  2. Menjadi primadona dalam bisnis minuman cokelat

  3. Mengembangkan bisnis dalam bentuk franchise

Threat

  1. Potensi Munculnya bisnis baru yang sama

  2. Potensi berkembangnya bisnis yang sama yang sudah ada

H. Segementasi dan Target Pasar

Kami mengusahakan segementasi pasar kami seluas mungkin. Pertama, karena sifat dari minuman itu sendiri yang dibutuhkan oleh setiap orang. Kedua, karena hampir semua orang menyukai rasa cokelat. Tetapi, kami memperkirakan pembeli potensial terbanyak adalah golongan usia remaja ke bawah.

Secara garis besar kami menciptakan dan menjual produk yang bersifat merakyat alias terjangkau. Tetap kami juga menyediakan satu atau beberapa varian produk yang berkualitas tinggi (dan dengan harga lebih tinggi tentunya). Tingkatan kualitas tersebut (dari bawah ke atas) kami bagi dalam beberapa level, yaitu 1 – 3, dengan harapan menjadi nilai positif bagi efek psikologis ke konsumen.

Singkatnya profil pelanggan kami adalah sebagai berikut :

Tabel bisnis plan

I. Strategi Pemasaran

Dalam mengusahakan agar produk sampai ke tangan konsumen kami menyusun strategi pemasaran sebagai berikut:

  1. Membuat dan membuka stand yang eye catching.

  2. Menyebarkan Pamflet

  3. Mengiklankan di Dunia maya

  4. Promosi pada waktu pembukaan dengan membagikan minuman gratis

Pada periode awal bisnis ini, kami mencoba menjadikan mahasiswa, khususnya mahasiswa STEI Tazkia, menjadi basis pelanggan tetap kami dengan memanfaat identitas dan relasi kami sebagai mahasiswa.

J. Analisis Pesaing

Dilihat lokasinya, target pasar kami belum ada yang menjalankan usaha dalam jenis yang sama dengan yang akan kami jalankan. Tetapi dalam bidang yang sama, yaitu bidang minuman, disana sudah ada usaha seperti es buah, sop buah, es kelapa, es cendol dan lain-lain. Sedangkan usaha di bidang dan jenis yang sama –walaupun belum ada di lokasi target pasar kami- sudah mulai banyak bermunculan, baik berupa franchise maupun bukan. Beberapa nama pesaing potensial yang sudah mulai terkenal dalam bidang penjualan minuman cokelat adalah :

  1. Pasco Franchise
  2. Choco Rich

K. Analisa Produksi (proses produksi)

Produk minuman cokelat kami adalah berbentuk blend sehingga dalam proses pembuatan membutuhkan proses mix di blender. Campurannya adalah berupa buah – buahan seperti pisang dan strawberi , roti, biskuit, dan lain-lain.

Secara garis besar produk kami diproses dengan tujuh langkah sederhana berikut :

  1. Penyeduhan cokelat

  2. Penambahan pengental seperti es batu, selai kacang atau yoghurt

  3. Penambahan add material (campuran utama)

  4. Penambahan es batu

  5. Mixing dengan blender

  6. Penambahan toping

  7. Packing

L. Kapasitas Produksi

Kapasitas maksimal produksi kami perhari adalah sekitar 100 cup/hari setara dengan 1 kg bahan baku bubuk cokelat

M. Fasilitas dan Perlengkapan

Dalam proses produksi fasilitas dan perlengkapan yang kami butuhkan adalah :

  1. Tempat 2 x 2 meter

  2. Gerobak dan perlengakapannya

  3. Blender

  4. Listrik

  5. Air

  6. Ketel listrik

  7. Kursi

  8. Termos

  9. Keranjang

  10. Tenaga karyawan

N. Pemasok

Untuk bahan dasar, yaitu bubuk minuman cokelat, kami menyuplai dari perusahaan BT Cocoa, atau dengan nama asli Bumitangerang Mesindotama. BT Cocoa didirikan pada tahun 1993. Pada tahun 2000 BT cocoa fokus dalam produksi produk cokelat salah satunya adalah minuman cokelat. Sedangkan untuk bahan lainnya kami akan menyuplai dari pasar lokal di sekitar Kecamatan Babakan Madang, Bogor.

Untuk jauh kedepannya kami berencana akan mencoba untuk memproses sendiri cokelatnya sehingga bisa memangkas biaya produksi.

O. Analisis Sumber Daya Manusia (SDM)

A. Gambaran Kebutuhan SDM

Kami membagi SDM menjadi 4 fungsi dalam memenuhi kebutuhan SDM, yaitu :

  1. Bagian Produksi, yaitu yang mengembangkan dan menjaga kualitas produksi.

  2. Bagian Operasional, yang mengurus perlengkapan dan jalannya usaha sehari-hari.

  3. Bagian Sales, mengurus penjualan produk sehari-hari, termasuk membuatnya.

  4. Bagian keuangan, mencatat dan mengkomunikasikan laporan keuangan.

B. Rencana Pengembangan SDM

Rencana Pengembangan SDM akan kami implementasikan pada 2 titik waktu, yaitu :

  1. Pada awal perekrutan sales untuk stand awal kami. Pengembangan meliputi strategi marketing dan membuat produk

  2. Pada pembukaan cabang atau franchise. Pengembangannya adalah pelatihan untuk semua bagian SDM, yaitu produksi, operasional, keuangan, dan sales.

P. Rencana Pengembangan Usaha

Bisnis plan cafe

1. Aktivitas dan Penjadwalan

Satu periode akuntansi kami adalah sebulan atau setara dengan 30 hari. Adapun kegiatan-kegiatan kami bila dibagi berdasarkan waktu adalah sebagai berikut :

  1. Satu hari (setiap hari)

  1. Penjualan (7 hari dalam seminggu)

  2. Pencatatan keuangan

  1. Seminggu

  1. Evaluasi operasional

  2. Pemenuhan suplai

  1. Sebulan

  1. Pembentukan laporan keuangan bulanan

  2. Evaluasi performa bisnis

  1. Setahun

  1. Pembentukan laporan keuangan tahunan

  2. Evaluasi performa bisnis

2. Rencana Pengembangan

Kami membagi pengembangan bisnis kami ke beberapa level yang dapat dicapai ketika memenuhi beberapa kriteria tertentu.

  1. Level 1 : Sebuah Stand Minuman Cokelat di daerah Babakan Madang

  2. Level 2 : membuka sebuah Cafe Minuman Cokelat

  3. Level 3 : membuka Cabang tambahan di kota bogor

  4. Level 4 : Membuat Franchise

  5. Level 5 : Menjadi bisnis cafe cokelat berskala nasional

Untuk terus level-up kita harus terus mengembangkan beberapa komponen penting dalam bisnis kami yaitu :

  1. Manajemen Organisasi

  2. Modal

  3. Marketing

3. Analisis Keuangan (sumber modal)

Kami akan menerima modal baik berupa pinjaman atau investasi dari :

  1. Milik sendiri

  2. Keluarga

  3. Teman / Kenalan

  4. Lembaga keuangan

  5. Hadiah kompetisi business plan DINAR Tazkia

Kami membutuhkan modal awal sebesar Rp 8.500.000 untuk kegiatan operasional, pemasaran, dan bahan baku.

Q. Proyeksi Keuangan

Kami membagi biaya menjadi 3 bagian yaitu : biaya operasional, biaya pemasaran, dan biaya bahan baku. Tetapi untuk periode awal bisnis ini, kami menggabungkan biaya operasional dan pemasaran menjadi biaya awal (initial cost).

… (tabel proyeksi)

1. Biaya Operasional dan Pemasaran Awal (dalam rupiah)

Gerobak(+Dekor +lampu +Terminal)

2.000.000

Ketel Listrik

250.000

Galon (+air +Pompa)

50.000

Blender

250.000

Termos air panas

150.000

Termos es batu

100.000

Packing (gelas,sedotan,plastik,stiker)

900.000

Keranjang (tempat bahan baku)

50.000

Kursi 3 buah

90.000

Gaji Pegawai

450.000

Seragam

100.000

Sewa tempat / bulan

350.000

Pamflet x 25 lembar

50.000

Banner (1×1) 2 buah

60.000

Total

4.790.000

2. Biaya Bahan Baku

A. Level 1 Chocolate (Rp. 5000)

Cokelat bubuk

1000

Add material

1200

Packing

800

Total / cup

3000

B. Level 2 Chocolate (Rp. 7000)

Cokelat bubuk

1000

Add material

2200

Packing

800

Total / cup

4000

C. Level 3 Chocolate (Rp. 9000)

Cokelat bubuk

1000

Add material

4200

Packing

800

Total / cup

6000

Total biaya bahan baku perbulan menjadi :

Level 1 x 15 cup x 30 hari

1.350.000

Level 2 x 10 cup x 30 hari

1.200.000

Level 3 x 5 cup x 30 hari

900.000

Total Biaya / Bulan

3.450.000

3. Total Biaya Awal

(Biaya Operasional & Biaya Pemasaran awal + Biaya bahan baku) = 4,79 + 3,45 = 8,24 jt. Jika ternyata terdapat sisa dari investasi awal maka akan dialokasikan ke biaya cadangan

4. Biaya per Bulan

A. Fixed cost

Sewa Tempat

350.000

Gaji Pegawai

450.000

Total Fixed Cost

800.000

B. Variable Cost

Level 1 x 15 cup x 30 hari

1.350.000

Level 2 x 10 cup x 30 hari

1.200.000

Level 3 x 5 cup x 30 hari

900.000

Total / Bulan

3.450.000

Jadi total cost per bulan : FC + VC = 3450000 + 800000 = 4250000

5. Analisis Break Even Point

Investasi Awal : 8,5 juta

Total Revenue per bulan

Level 1 (Rp. 5000) x 15 cup x 30 hari

2.250.000

Level 2 (Rp. 7000)x 10 cup x 30 hari

2.100.000

Level 3 (Rp. 9.000) x 5 cup x 30 hari

1.350.000

Total / Bulan

5.700.000

Net Income = R – TC = 5.700.000 – 4.250.000 = 1.450.000

Net pada awal bulan (pembukaan)

Investasi Awal (total cost bulan pertama)

8.500.000

Penjualan bulan awal

5.700.000

Net Loss periode awal (biaya – penjualan)

2.800.000

Net Loss periode awal = Sisa Investasi Awal

Break Even Point (balik modal)

BEP = (Sisa Investasi Awal / Net Income per bulan) + 1

= (2.800.000 / 1.450.000) + 1

= 2,93

Berarti waktu untuk balik modal sekitar 2 – 3 bulan

Lampiran

Grafik bisnis plan

Grafik 2 investasi awal
Grafik 2 investasi awal
Grafik 3 Rincian Keuangan
Grafik 3 Rincian Keuangan

Tambahan: Mengetahui Materi Perencanaan Bisnis

Apa sih perencanaan bisnis atau business plan itu? Bagi orang awam mungkin istilah tersebut masih asing, tapi bagi orang-orang yang bekerja di dunia bisnis atau yang membuka usahanya sendiri pastinya sudah tahu lebih jauh. Perencanaan bisa diartikan sebagai membuat sebuah rencana atau komposisi yang dibutuhkan agar sesuatu dapat berjalan dengan baik.

Jadi, perencanaan bisnis adalah suatu hal yang menggambarkan pola bisnis, jasa, maupun produk agar usaha yang dijalankan bisa tersusun sampai jangka waktu yang sudah ditetapkan. Di sisi lain, istilah tersebut juga bisa mengacu pada dokumen-dokumen yang berisikan rangkuman tujuan bisnis itu sendiri ataupun rincian keuangannya.

Bagi Anda yang membuat usaha sendiri, baik itu perorangan atau perusahaan, materi perencanaan bisnis tersebut pastinya sudah Anda buat terlebih dahulu sebelum benar-benar menjalankannya. Tapi, ada pula yang sudah berada di tengah-tengah bisnisnya, baru membuat business plan-nya agar strateginya dapat lebih baik lagi.

Setiap rencana bisnis tentunya berisikan bagan, konsep, atau rancangan yang masing-masing sudah dirincikan. Tidak hanya itu saja, anggaran yang ingin dimasukan atau yang pernah dipakai ikut disertakan untuk memperlihatkan tujuan bisnis maupun strategi yang bisa diwujudkan. Agar target bisa terlampui, kebanyakan pelaku usaha membuat business plan dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun ke depan.

Dengan membuat rancangan usaha seperti itu, Anda bisa mengetahui macam-macam kelemahan maupun kelebihan dari konsep bisnis yang dipakai. Anda pun juga dapat memprediksi kesalahan-kesalahan persepsi atau hal-hal lainnya yang membuat tujuan usaha mengalami kendala dan tidak tercapai. Tentu Anda tidak ingin bisnis yang sedang dijalani menjadi berantakan atau target pasar tidak terpenuhi, bukan?

Agar strateginya dapat berjalan dengan baik, materi perencanaan bisnis terbagi menjadi beberapa bagian. Pembagian tersebut dilakukan supaya masing-masing rancangannya tertata dengan rapi. Ada apa saja bagian-bagiannya?

1. Konsep bisnis

Di rancangan ini Anda membuat struktur atau bagan bisnis, jasa (layanan), ataupun produk yang ditawarkan. Jangan lupa juga Anda buat perencanaannya sedetail mungkin agar bisnis Anda menjadi berhasil.

2. Bagian pasar

Setiap bisnis pastinya memiliki target pasar. Anda sebagai pelaku usaha harus bisa memprediksi serta menganalisa semua target customer yang menjanjikan. Tanpa adanya perencanaan ini, Anda akan sulit mendapatkan pelanggan yang potensial. Karena itulah, tentukan siapa yang menjadi target pasar Anda, mulai dari jenis kelamin, usia, apakah Anda menginginkan kelas menengah bawah atau atas, dan sebagainya.

Belum lagi Anda juga harus memikirkan di mana Anda harus membuka bisnis tersebut. Tidak ketinggalan pula Anda juga perlu mempelajari kompetitor Anda agar Anda bisa mengalahkannya. Pastikan Anda merencanakannya baik-baik, karena target pasar sangat menentukan keberhasilan usaha Anda.

3. Bagian keuangan

Di bagian terakhir ini, Anda perlu membuat laporan keuangan, mulai dari pendapatan, pengeluaran, cash flow, dan bentuk keuangan lainnya. Dengan demikian, Anda bisa mengantisipasi kalau usaha Anda defisit atau surplus. Di sini, Anda membutuhkan bantuan akuntan supaya rancangan keuangannya berjalan baik.

Adanya pembuatan business plan bisa membantu Anda merencanakan jumlah dana yang dibutuhkan. Kalau Anda asal mengeluarkan modal, kemungkinan besar bisnis Anda akan bangkrut karena tidak ada penataan keuangan.

Dengan membuat materi perencanaan bisnis yang jitu, Anda bisa lebih mengerti kompetisi yang ada. Semua yang sudah dirancang pastinya akan membuat segala hal bisa lebih terstruktur, bukan? Begitu pula dengan bisnis Anda. Karena itulah, buatlah rencana bisnis yang tepat dan usaha Anda pun akan berkembang dengan baik.

Kesimpulan (BISNIS PLAN PDF)

Seperti itulah contoh bisnis plan lengkap yang bisa kami sediakan. Silahkan digunakan seperlunya.

Adapun jika Anda ingin mendapatkan bisnis plan versi pdf bisa mengunduhnya di link berikut:

Bisnis Plan Versi Pdf Terbaru.

Leave a Comment