Cara Blokir STNK Online dan Pengecekan STNK Online

Tahukah Anda kalau sekarang Anda bisa mengecek status STNK secara online? Dengan mengecek secara online, Anda bisa mengetahui spesifikasi kendaraan, tanggal jatuh tempo, jumlah denda yang harus dibayar dan mendapatkan informasi lainnya termasuk mengenai pemblokiran STNK.

Lalu, bagaimana cara blokir STNK Online?

Pengecekan STNK Secara Online

Pelayanan pengecekan STNK secara online ini disediakan sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai status kendaraan dengan mudah. Tak hanya melalui sambungan internet, status STNK juga bisa diketahui melalui SMS. Layanan ini sudah bisa diakses melalui Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap atau SAMSAT.

Sayangnya untuk saat ini belum semua masyarakat bisa menikmati sarana pengecekan online ini. Wilayah yang tercakup baru area DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Yogyakarta dan Aceh. Jadi, bagi masyarakat yang berada di luar kawasan tersebut, Anda harus pergi ke SAMSAT terdekat bila ingin melakukan pengecekan STNK.

Untuk alamat situs pengecekannya sesuai dengan kawasan tempat STNK Anda terdaftar. Sebagai contoh:

http://dispenda.jabarprov.go.id/e-samsat-jabar/ untuk kawasan Jawa Barat dan http://samsat-pkb.jakarta.go.id/INFO_PKB/INFO_PKB

untuk kawasan Jakarta.

Setelah halaman website SAMSAT terbuka, lalu masukkan nomor kendaraan dan mulailah mencari (search). Selanjutnya informasi kendaraan Anda akan ditampilkan.

A. Tentang Pemblokiran STNK

blokir stnk online
blokir stnk online

Selain mengecek status STNK, Anda juga bisa memblokir STNK. Untuk pemblokiran STNK ini bisa dilakukan dengan mendatangi kantor SAMSAT terdekat. Pemblokiran ini biasanya dilakukan demi menghindari pajak progresif atau pajak tambahan.

Pajak progresif dikenakan pada kendaraan yang belum diganti nama atau memiliki alamat pemilik sama dengan alamat wajib pajak yang telah terdaftar. Biasanya orang melakukan pemblokiran setelah mengetahui pembayaran pajaknya berlipat padahal hanya memiliki satu kendaraan saja di rumah. Ternyata kendaraan yang sudah terjual masih atas nama atau alamat yang sama.

Keterlambatan dalam penggantian nama bukan hanya merepotkan dalam proses pemblokiran STNK. Tapi juga cukup merepotkan di saat pemilik kendaraan baru hendak membayar pajaknya. Mau tak mau Anda harus meminjamkan KTP ke pemilik baru sebagai persyaratan pembayaran pajak. Kalau dilakukan setiap tahun tentu cukup merepotkan bukan?

B. Langkah Pemblokiran STNK

mengurus stnk
mengurus stnk

Untuk itu, Anda harus segera melakukan penggantian nama surat kendaraan atau melakukan pemblokiran STNK. Pemblokiran STNK caranya cukup mudah dan tak memerlukan biaya. Anda hanya perlu menyiapkan beberapa persyaratan dan melakukan langkah-langkah berikut :

  1. Menyiapkan Kartu Keluarga Asli dan fotokopinya, KTP asli dan fotokopi KTP pemilik kendaraan sesuai STNK dan data kendaraan yang akan diblokir (fotokopi STNK). Jika diwakilkan maka perlu membawa surat kuasa dari pihak yang diwakilkan.
  2. Kemudian datanglah ke SAMSAT tempat kendaraan terdaftar.
  3. Langsung menuju ke bagian blokir progresif.
  4. Mengisi formulir pemblokiran dengan menambahkan materai RP. 6000.
  5. Berikan berkas dokumen persyaratan dan formulir kepada petugas. Nanti Anda akan menerima fotokopi formulir yang sudah diberi cap sebagai bukti permohonan. Proses pemblokiran akan dilakukan dalam jangka waktu 3 hingga 7 hari.

Bila ingin terhindar dari kerepotan pemblokiran STNK maupun terhindar dari pajak progresif, sebaiknya segera lakukan ganti nama kendaraan setelah kendaraan terjual. Rundingkan penggantian nama ini ketika transaksi penjualan. Dengan begitu Anda tak perlu repot meminjamkan KTP saat pemilik kendaraan ingin membayar pajak di kemudian hari.

Cara blokir STNK online tanpa bantuan SAMSAT memang belum bisa dilakukan. Hal ini disebabkan karena Anda harus membawa berkas-berkas penting sebagai syarat pemblokiran. Namun, Anda masih bisa melakukan pengecekan keaslian BPKB dan STNK secara online tanpa harus ke SAMSAT.

Leave a Comment